PENGEMASAN PRODUK
Kemasan
memang bukan yang utama namun memegang peranan penting dalam
mendapatkan hati konsumen untuk memilih produk tertentu. Kemasan sangat
mempengaruhi penampilan produk sehingga menarik konsumen. Kemasan juga
sangat penting dalam menjaga
keawetan dan higienitas produk untuk dalam jangka waktu tertentu.
Pengemasan
merupakan suatu cara atau perlakuan pengamanan terhadap makanan atau
bahan pangan, agar makanan atau bahan pangan baik yang belum diolah
maupun yang telah mengalami pengolahan, dapat sampai ke tangan konsumen
dengan “selamat”, secara kuantitas maupun kualitas.
Pengemasan
disebut juga pembungkusan, pewadahan atau pengepakan. Pengemasan
memegang peranan penting dalam pengawetan dan mempertahankan mutu bahan
hasil pertanian.Adanya wadah atau pembungkus dapat membantu mencegah
atau mengurangi kerusakan,melindungi bahan pangan yang ada di
dalamnya,melindungi dari bahay apencemaran serta gangguan fisik
(gesekan,benturan,getaran). Disamping itu pengemasan berfungsi untuk
menempatkan suatu hasil pengolahan atau produk industri agar mempunyai
bentuk-bentuk yang memudahkan dalam penyimpanan,pengangkutan dan
distribusi.Dari segi promosi wadah atau pembungkusan berfungsi sebagtai
perangsang atau daya tarik bagi konsumen.Karena itu bentuk, warna,
ukuran, kekuatan dan dekorasi dari kemasan perlu diperhatikan dalam
perencanaannya.
Sebelum
manusia membuat kemasan,alam sendiri telah menyajikan kemasan, seperti
misalnya jagung yang dibungkus seludang,buah-buahan terbungkus
kulitnya,buah kelapa yang terlindungi baik dengan sabut dan
tempurung,polong-polongan terbungkus kulit polong.Tidak hanya bahan
pangan,kosmetika dan barang industri lainnya,bahkan manusia pun
menggunakan kemasan sebagai pelindung tubuhnya dari gangguan cuaca,serta
supaya tampak lebih anggun dan menarik.
Secara
tradisional nenek moyang kita menggunakan bahan kemasan alami untuk
mewadahi bahan pangan seperti buluh bamboo,daun0daunan,pelepah atau
kulit pohon,kulit binatang,rongga batang pohon,batu,tanah liat,tulang
dan sebagainya. Pada industri modern berbagai kemasan dan proses
pengemasan telah beragam. Kemasan dengan variasi atmosfir,kemasan
aseptic,kemasan transportasi dengan suhu rendah dan lain-lain telah
memperluas horizon dan cakrawala pengemasan hasil pertanian.Saat ini
perkembangan pengemasan bergerak sangat cepat seirama dengan
perkembanganin dustri-industri yang memanfaatkan dan menggunakannya.
Interaksi
bahan pangan atau makanan dengan lingkungan dapat menimbulkan dampak
yang merugikan bagi bahan pangan tersebut, antara lain :
1. Interaksi massa :
– Kontaminasi mikrobia (jamur, bakteri, dll).
– Kontaminasi serangga.
– Penambahan air atau menguapnya air.
– Benturan / gesekan.
2. Interaksi cahaya :
– Oksidasi terhadap lemak, protein, vitamin, dll.
1. Interaksi massa :
– Kontaminasi mikrobia (jamur, bakteri, dll).
– Kontaminasi serangga.
– Penambahan air atau menguapnya air.
– Benturan / gesekan.
2. Interaksi cahaya :
– Oksidasi terhadap lemak, protein, vitamin, dll.
3. Interaksi panas :
– Terjadi gosong, perubahan warna.
– Rusaknya nutrisi, case hardening dll.
– Terjadi gosong, perubahan warna.
– Rusaknya nutrisi, case hardening dll.
Fungsi Pengemasan
Mengatur
interaksi antara bahan pangan dengan lingkungan sekitar, sehingga
menguntungkan bagi bahan pangan, dan menguntungkan bagi manusia yang
mengkonsumsi bahan pangan.
Tujuan Pengemasan
· Membuat umur simpan bahan pangan menjadi panjang.
· Menyelamatkan produksi bahan pangan yang berlimpah.
· Mencegah rusaknya nutrisi/gizi bahan pangan.
· Menjaga dan menjamin tingkat kesehatan bahan pangan.
· Memudahkan distribusi/ pengangkutan bahan pangan.
· Mendukung perkembangan makanan siap saji.
· Menambah estetika dan nilai jual bahan pangan.
Pengemasan bahan pangan harus memenuhi beberapa kondisi atau aspek untuk dapat mencapai tujuan pengemasan itu, yaitu :
Pengemasan bahan pangan harus memenuhi beberapa kondisi atau aspek untuk dapat mencapai tujuan pengemasan itu, yaitu :
- Bahan pengemasnya harus memenuhi persyaratan tertentu.
- Metode atau teknik Pengemasan bahan pangan harus tepat.
- Pola distribusi dan penyimpanan produk hasil pengemasan harus baik.
Bahan kemas
Bahan kemas baik bahan logam,maupun bahan lain seperti bermacam-macam plastik,gelas,kertas dan karton seyogyanya mempunyai 6 fungsi utama; yaitu :
Bahan kemas baik bahan logam,maupun bahan lain seperti bermacam-macam plastik,gelas,kertas dan karton seyogyanya mempunyai 6 fungsi utama; yaitu :
a. Sebagai pelindung terhadap kotoran dan kontaminasi.
b. Sebagai pelindung terhadap kerusakan fisik,perubahan kadar air dan penyinaran (cahaya).
c. Mempunyai fungsi yang baik, efisien dan ekonomis khususnya selama proses penempatan bahan kedalam wadah kemasan.
d. Mempunyai kemudahan dalam membuka atau menutup dan juga memudahkan dalam tahap-tahap penanganan,pengangkutan dan distribusi.
e. Mempunyai ukuran,bentuk dan bobot yang sesuai dengan stndart yang ada,mudah dibuang,dan mudah dibentuk atau dicetak.
f. Menampakkan identitas ,informasi dan penampilan yang jelas agar dapat membantu promosi atau penjualan.
Dengan
banyaknya persyaratan yang diperlukan bagi bahan kemas,maka tentu saja
bahan kemas alami tidak akan dapat memenuhi sebagian besar persyaratan
tersebut.Karena itu manusia dengan bantuan teknologi berhasil membuat
bahan kemas sintetik yang dapat memenuhi sebagian besar dari persyaratan
minimal yang diperlukan (Syarief,1989)
Kemasan
dapat digolongkan berdasarkan berbagai hal antara lain : frekuensi
pemakaian, struktur sistem kemasan,sifat kekakuan bahan kemas, sifat
perlindungan terhadap lingkungan, dan tingkat kesiapan pakai
(Iskandar,1987)
1. Frekuensi pemakaian ;
a. Kemasan sekali pakai (disposable),yaitu kemasan yang langsung dibuang setelah dipakai (bungkus permen,bungkus daun)
b. Kemasan
yang dapat dipakai berulang kali (multi trip),yaitu kemasan yang
dikembalikan pada penjual setelah dipakai (beberapa jenis botol minuman)
c. Kemasan
yang tidak dibuang atau dikembalikan (semi disposible),kemasan tersebut
biasanya digunakan untuk keperluan lain setelah dipakai (kaleng susu)
2. Struktur sistem kemas;
a. Kemasan primer,yaitu kemasan yang langsung mewadahi bahan (kaleng susu, botol minuman,bungkus tempe)
b. Kemasan sekunder ,yaitu kemasan yang fungsi utamanya melindungi kemsan primer (kotak karton,keranjang tempe)
c. Kemasan tersier,kuarter,dst,yaitu apabila diperlukan lagi pengemasan setelah kemasan primer dan sekunder.
3. Sifat kekakuan bahan kemas ;
a. Kemasan fleksibel,yaitu bila bahan kemas mudah dilenturkan tanpa adanya retak atau patah plastik,kertas,foil)
b. Kemasan kaku,yaitu bila bahan kemas bersifat keras,kaku,tidak tahan lenturan(kayu,gelas,logam)
c. Kemasan
semi kaku atau semi fleksibel,yaitu bahan kemas yang memiliki
sifat-sifat antara kemasan fleksibel dan kemasan kaku (botol plastik).
4. Sifat perlindungan terhadap lingkungan;
a. Kemasan
hermitis (tahan uap dan gas),yaitu kemasan yang secara sempurna tidak
dapat dilalui oleh gas,udara dan uap air (kaleng dan botol gelas).
b. Kemasan tahan cahaya,yaitu kemasan yang tidak bersifat transparan (logam,kertas,foil)
c. Kemasan tahan suhu tinggi,kemasan yang tahan terhadapproses pemanasan (logam dan gelas)
5. Tingkat kesiapan pakai;
a. Kemasan
siap pakai, yaitu bahan kemas yang siap untuk diisi dengan bentuk yang
telah sempurna sejak keluar dari pabrik (botol, kaleng)
b. Kemasan
siap dirakit atau disebut juga kemasan, yaitu kemasan yang masih
memerlukan tahap perakitan sebelum pengisian (lempengan
logam,kertas,foil atau plastik)
Bahan
– bahan kemasan yang banyak beredar dipasaran dan umum digunakan dalam
pengemasan produk-produk hasil pertanin dan bahan pangan olahan adalah
gelas, kertas, logam dan plastik.(Osborne,1980)
Persyaratan Bahan Pengemas :
- Memiliki permeabilitas (kemampuan melewatkan) udara yang sesuai dengan jenis bahan pangan yang akan dikemas.
- Harus bersifat tidak beracun dan inert (tidak bereaksi dengan bahan pangan).
- Harus kedap air.
- Tahan panas.
- Mudah dikerjakan secara masinal dan harganya relatif murah.
Jenis-jenis Bahan Pengemas
1. Untuk wadah utama (pengemas yang berhubungan langsung dengan bahan pangan) :
1. Untuk wadah utama (pengemas yang berhubungan langsung dengan bahan pangan) :
- Kaleng/logam
- Botol/gelas
- Plastik
- Kertas
- Kain
- Kulit, daun, gerabah, bambu, dll
2. Untuk wadah luar (pelindung wadah utama selama distribusi, penjualan, atau penyimpanan) :
- Kayu
- Karton
1. Gelas
Sebagai bahan kemas gelas mempunyai sifat-sifat yang menguntungkan seperti inert (tidak bereaksi) kuat, tahan terhadap kerusakan,sangat baik sebagai barier
terhadap benda padat,cair dan gas. Sifat gelas yang transparan
menguntungkan dari segi promosi disamping itu beberapajenis gelas
seperti pyrex tahan terhadap suhu yang tinggi. Kelemahan kemasan
gelas yaitu mudah pecah dankurang baik bagi produk-produk yang peka
terhadap penyinaran (ultra violet).
- Terbuat dari campuran pasir C2O, soda abu, dan alumina.
- Bersifat inert (tidak bereaksi dengan bahan pangan)
- Kuat (tahan terhadap kerusakan akibat pengaruh waktu)
- Transparan (bentuk dan warna bahan pangan dapat dilihat).
- Kelemahannya adalah mudah pecah, tidak dapat digunakan untuk bahan pangan yang peka terhadap sinar.
- Agar tidak mudah pecah sebaiknya bagian permukaan gelas dilapisi dengan lilin (wax) dan silika yang halus.
Kemasan
gelas berkembang terus, mulai dari bejana sederhana hingga berbagai
bentuk kemasan yang sangat menarik walaupun kemasan gelas terus bersaing
dengan bahan kemasan lainnya (Osborne,1980).
Menurut
Hanlon (1971),gelas bukan merupakan bahan kristal,sehingga lebih tepat
disebut cairan beku. Dalam proses pembuatannya bahan gelas mengalami
proses annelling pada suhu 540 - 570° C. Penggunaan bahan gelas untuk bahan pangan yang memerlukan pasteurisasi dan sterilisasi sangat tepat.
Dalam
proses pengemasan dengan menggunakan kemasan gelas dalam bentuk botol,
kegiatan menutup atau menyumbat botol merupakan satu bagian yang penting
dan perlu mendapat perhatian. Bagian penutup atau tutup botol merupakan
bagian yang terlemah dari sistem perlindungan terhadap gangguan atau
pencemaran dari luar,karena cara penutupan dan jenis/bahan penutup yang
kurang tepat dapat menyebabkan pencemaran dan kerusakan bahan yang
dikemas. Bahan – bahan yang umum digunakan untuk menutup adalah logam
(kaleng ), aluminium, gabus dan berbagai jenis plastik (Syarief,1989)
2.Kertas
Selain
untuk media komunikasi atau media cetak, kertas digunakan menjadi bahan
pengemas.Pada abad ke 19 kertas menggantikan peranan kemasan dari tanah
liat, gelas dan kaleng. Pada abad ke 19 itu pula karton mulai
berkembang dalam bentuk kantong kertas dan kardus.Kotak kertas yang
dibuat pada sekitar tahun 1840 membutuhkan banyak lem karena banyak
potongan yang perlu direkat. Penggunaannya terbatas untuk barang-barang
mewah (Syarief,1989)
Jenis-jenis
kertas kemudian lebih beragam mulai dari kertas karton, kertas tulis,
kraft,kertas label,kertas tahan minyak (lemak),hingga berbagai jenis
karton. Secara berangsur-angsur sebagai bahan kemas, kemasan kertas
mendapat saingan dari bahan kemas lain terutama plastik.Kertas dan
karton dapat dibuat lembaran – lembaran dan gulungan, karena itu
memungkinkan untuk dilakukan proses laminasi sehingga kertas banyak
dikombinasikan dengan bahan lain yang kedap udara dan tahan air.
- Kertas “greaseproof” : dapat digunakan sebagai pengemas utama mentega, margarin, daging, kopi, dan gula-gula. Mirip kertas karton namun memiliki kekedapan terhadap perembesan lemak.
- Kertas “glassine” : dibuat 80% dari kertas greaseproof namun memiliki ketahanan terhadap udara dan lemak yang kuat, permukaanya halus, serta mengkilat. Sering digunakan untuk mengemas roti yang berkadar lemak tinggi.
- Kertas “kraft” : kertas yang dibuat dari bubur sulfat dan kayu kraft (yang berasal dari Swedia dan Jerman). Memiliki sifat yang lebih kuat dari kertas Glassine, sehingga bahan pangan yang dibungkus dengan kertas ini akan tetap kering lebih-lebih bila permukaannya dilem dengan resin. Kertas ini biasanya digunakan untuk mengemas keju di Negara-negara eropah.
Kantung
kertas merupakan salah satu kemasan tertua yang masih tetap
popular.Sedangkan amplop adalah kantung kertas yang mempunyai bentuk
khusus,sangat umum digunakan untuk pembungkus surat. Kedua jenis
pembungkus ini dinilai cukup murah, baik harganya maupun ongkos untuk
pengangkutannya. Mempunyai rasio bobot (perbandingan antara berat
kemasan dengan berat produk yang dikemas) yang rendah. Seperti juga
amplop, kantung kertas dapat dibedakan atas beberapa jenis rempah dan
berbagai jenis tepung (Syarief,1989).
Karton
lipat merupakan jenis pengemas yang popular karena mempunyai sifat
praktis, murah dan mudah dilipat sehingga hanya memerlukan sedikit ruang
dalam pengangkutan dan penyimpanan. Demikian pula dalam pencetakan dan
penggrafiran dapat dilakukan untuk meningkatkan penampilan
produk.Pemakaian yang luas dari jenis kemasan ini disebabkan oleh
banyaknya variasi dalam hal model, bentuk dan ukuran dengan
karakteristik yang khusus. Dalam perdagangan karton lipat dikenal dengan
nama FC (Folding Carton)
3. Logam
Beberapa
keuntungan dari kemasan logam (kaleng) untuk makanan dan minuman yaitu
mempunyai kekuatan mekanik yang tinggi,mempunyai sifat sebagai barrier
yang baik khususnya terhadap gas,uap air,jasad renik,debu dan kotoran
sehingga cocok untuk kemasan hermitis. Disamping itu walaupun mempunyai
resiko adanya pengikisan atau migrasi unsur-unsur logam,akan tetapi
tosisitasnya relatif rendah,tahan terhadap perubahan atau keadaan suhu
yang ekstrim dam mempunyai permukaan yang ideal untuk pemberian dekorasi
dalam labeling.
- Bahan yang sering dipakai : Kaleng (tin plate) dan almunium.
- Tin plate adalah wadah yang terbuat dari baja yang dilapisi timah putih yang tipis, bagian dalamnya juga dilapisi dengan lapisan email.
- Lapisan email tersusun atas senyawa oleoresin, fenolik, vinil, dan lilin. Fungsi email adalah untuk mencegah korosi dan mencegah kontak antara metal dengan bahan pangan. Misal email fenolik digunakan untuk melapisi kaleng pengemas bahan ikan dan daging.
Kemasan
kaleng,umumnya digunakan untuk berbagai produk yang mengalami proses
sterilisasi termal. Pada mulanya kemasan kaleng dibuat dari plat timah
(tin plate) yang terdiri dari lembaran dasar baja dilapisi timah putih
dengan cara encelupan dalam timah cair panas (hot dipping) atau dengan
proses elektrolisa yaitu menggunakan listrik galvanis sehingga
menghasilkan lapisan timah yang lebih tipis standar,seperti misalnya
kaleng baja bebas timah (tin free steel),kaleng tiga lapis (three piece
cans), dan kaleng lapis ganda (two piece cans) (Syarief,1989).
Aluminium
adalah logam yang lebih ringan dari baja, mempunyai daya korosif oleh
atmosfir yang rendah,mudah dilekuk-lekukkan sehingga lebihmudah berubah
bentuknya,tidak berbau,tidak berasa,tidak beracun dan dapat menahan
masuknya gas. Aluminium lebih sukar disolder sehingga
sambungan-sambungannya tidak dapat rapat. Kemasan yang dibuat dari
alumiun dapat menyebabkan patahan – patahan jika terlipat,sehingga dapat
menimbulkan lubang-lubang.
- Aluminium memiliki keuntungan sebagai bahan pengemas, yaitu memiliki berat yang lebih ringan dibanding baja.
- Aluminium juga mudah dibentuk sesuai keinginan.
- Aluminium lebih tahan korosi karena bisa membentuk aluminium oksida.
- Kelemahan aluminium adalah mudah berlubang dibanding baja dan lebih sukar disolder sehingga sambungan kemasan tidak benar-benar rapat.
Pada
umumnya penggunaan alumium secara komersial memerlukan sifat-sifat
khusus yang mungkin tidak menguntungkan bila digunakan aluminium yang
murni.Penambahan komponen campuran dapat memperbaiki sifat-sifatnya dan
daya tahan korosi. Bahan –bahan yang umum digunakan sebagai campuran
diantaranya adalah tembaga,magnesium,mangan khronium,seng,besi dan
titanium. Sifat-sifat yang spesifik dari aluminium memungkinkan
penmggunaan logam terbebut sebagai tutup kaleng kemasan berbagai jenis
makanan dan minuman atau untuk tube logam lunak / collapsible tube (
Iskandar ,1987).
Foil
adalah bahan kemasan dari logam , berupa lembaran aluminium ayng padat
dan tipis dengan ketebalan kurang dari 0,15 mm. Mempunyai kekerasan yang
berbeda-beda,yaitu dari mulai yang sangat lunak sampai yang keras. Foil
mempunyai sifat yang hermetis,fleksibel,tidak tembus cahaya (cocok
untuk kemasan margarin dan yoghurt).Pada umumnya digunakan sebagai bahan
pelapis (laminan) yang dapat ditepatkan pada bagian dalam (lapisan
dalam) atau lapisan tengah sebagai penguat yang dapat melindungi kemasan
(Syarief,1989)
4.Plastik
Penggunaan
plastik dalam pengemasan sebenarnya sangat terbatas tergantung dari
jenis makanannya. elemahan plastik adalah tidak tahan panas, tidak
hermetis (plastik masih bisa ditembus udara melalui pori-pori plastik),
dan mudah terjadi pengembunan uap air didalam kemasan ketika suhu turun.
Penggunaan plastik sebagai kemasan dapat berupa kemas bentuk (flexible)
atau sebagai kemas kaku. Makanan padat yang umumnya memiliki umur
simpan pendek atau makanan yang tidak memerlukan perlindungan yang hebat
dikemas dengan kemasan bentuk. Akan tetapi makan cair dan maka
padat yang memerlukan perlindungan yang kuat perlu dikemas dengan
kemasan kaku dalam bentuk botol,jerigen,kotak atau bentuk lainnya
(Suryati dan Setiawan ,1987)
Berbagai
jenis kemasan bentuk muncul dengan pesat seperti
polietilen,polipropilen,polyester nilon dan film vinil. Sebagai bahan
pengemas ,plastik dapat digunakan dalam bentuk tunggal,komposit atau
berupa lapisan – lapisan (multi lapis)dengan bahan lain
(kertas,aluminium foil ). Kombinasi tersebut dinamakan laminasi yang
diproses baik dengan cara laminasi akstrusi maupun laminasi adhesif.
Dengan demikian kombinasi dari berbagai ragam plastik dapat menghasilkan
ratusan jenis kemasan.
Berdasarkan sifat-sifatnya terhadap perubahan suhu maka plastik dapat dibagi dua,yaitu :
1. Termoplastik:
meleleh pada suhu tertentu, melekat mengikuti perubahan suhu,dan
mempunyai sifat dapat balik (reversible) kepada sifat aslinya,yaitu
kembali mengeras bila didinginkan.
2. Termoset
atau Termodursinable : tidak dapat mengikuti perubahan suhu, bila
sekali pengerasan telah terjadi maka bahan tidak dapat dilunakkan
kembali (non reversible).Pemanasan yang tinggi tidak akan melunakkan
termoset melainkan akan membentuk arang dan terurai,karena sifatnya yang
demikian sering digunakan sebagai tutup ketel,eperti jenis-jenis
melamin.
Penggunaan
plastik untuk kemasan makanan cukup menarik karena sifat-sifatnya yang
menguntungkan,seperti luwes (mudah dibentuk),mempunyai adaptasi yang
tinggi terhadap produk,tidak korosif seperti kemasan logam , serta mudah
dalam penanganannya. Di dalam perdagangan dikenal plastik untuk kemasan
pangan (food grade) dankemasan untuk bukan pangan (non food grade).
Kemasan
kaku yang terbuat dari plastik paling banyak digunakan untuk mengemas
produk susu. Dua jenis bahan dari plastik yang terbaik yaitu LDPE (Low
Density Polyethylene ) dan HDPE (High Density Polyethylene).
Bentuk-bentuk kemasan plastik kaku dapat dijumpai dengan mudah di
pasaran dalam bentuk yang siap pakai seperti botol.jerigen,drum ,gelas
,mangkuk, ember, dan lain-lain (Syarief,1989)
Penggunaan
plastik dalam pengemasan sebenarnya sangat terbatas tergantung dari
jenis makanannya. elemahan plastik adalah tidak tahan panas, tidak
hermetis (plastik masih bisa ditembus udara melalui pori-pori plastik),
dan mudah terjadi pengembunan uap air didalam kemasan ketika suhu turun.
Jenis
plastik yang digunakan dalam pengemasan antara lain : polietilen,
cellophan, polivinilklorida (PVC), polivinil dienaklorida (PVDC),
polipropilen, poliester, poliamida, dan polietilentereptalat (PET).
- Polietilen : adalah jenis plastik yang harganya paling murah dan memiliki beberapa varian antara lain : Low Density Polyetilene (LDPE), High Density Polyetilene (HDPE), dan Polietelentereptalat (PET). Polietilen memiliki sifat kuat bergantung variannya, transparan, dan dapat direkatkan dengan panas sehingga mudah dibuat kantong plastik.
- Cellophan : sebenarnya terbuat dari serat selulosa yang disulfatasi. Cellophan dapat dipergunakan untuk membungkus sayuran, daging, dan beberapa jenis roti. Cellophan yang dilapisi nitroselulosa mempunyai sifat yang tahan terhadap uap air, fleksibel, dan mudah direkatkan dengan pemanasan. Cellophan yang dilapisi PVDC tahan terhadap uap air dan kedap oksigen sehingga baik untuk mengemas makanan yang mengandung minyak atau lemak.
- Polivinilklorida (PVC) : jenis plastik yang kuat, namun memiliki kelemahan yaitu dapat berkerut (Shrinkable) dan sering digunakan untuk mengemas daging atau keju.
- Polivinildienaklorida (PVDC) : jenis plastik yang kuat, tahan terhadap uap air dan transmisi udara. Sering dugunakan dalam pengemasan keju dan buah-buahan yang dikeringkan.
5.Kain Blacu
- Digunakan untuk mengemas bahan pangan tepung, seperti tepung terigu atau tepung tapioka. Dibuat dalam bentuk kantung-kantung yang berkapasitas 10 – 50 kg.
- Kelebihannya adalah tidak mudah sobek/ kuat kainnya, flesibel, mudah dicetak dan murah harganya.
- Kelemahannya : memiliki permiabilitas udara yang jelek dan tidak kedap air.
6.Edible film
Edible
film adalah bahan pengemas organik yang dapat dimakan sekaligus dengan
bahan pangan yang dikemasnya, biasa terbuat dari senyawa polisakarida
dan turunan lemak. ahan yang digunakan antara lain polisakarida yang
berasal dari rumput laut (agarose, karaginan, dan alginat), polisakarida
pati, amilosa film, gelatin, gum arabik, dan turunan monogliserida.
Contoh pengemasan edible film adalah pada sosis, permen, kapsul minyak
ikan, sari buah dan lain-lain.
7.Karton
7.Karton
Karton
sebenarnya merupakan bagian dari kertas namun lebih sering berfungsi
sebagai wadah luar atau sebagai penyokong wadah utama dalam pengemasan
bahan pangan agar lebih kuat, dan rigid. arton memiliki kelebihan antara
lain elastisitas lebih baik dibanding kayu, dapat dicetak pada
permukaannya, dapat dikerjakan secara masinal, pemakaiannya mudah, dan
dapat dilipat sehingga tidak memerlukan ruang luas.
8.Bahan Pengemas Tradisional
Daun
8.Bahan Pengemas Tradisional
Daun
Digunakan
secara luas, bersifat aman dan bio-degradable, yang biasanya berupa
daun pisang, daun jati, daun bambu, daun jagung dan daun palem. Lebih
aman digunakan dalam proses pemanasan dibanding plastik.
Gerabah
Digunakan
sejak zaman dahulu, aman bagi bahan pangan asal tidak mengandung
timbal. Gerabah yang diglasir bersifat kedap air, kedap udara, mampu
menghambat mikrobia, dan bersifat dingin sehingga cocok untuk mengemas
bahan pangan seperti saus, madu, anggur, minyak, curd/dadih dll.
Proses
pengemasan bahan / produk olahan pangan yang dilakukan di industri
–industri kecil dan menengah pada umumnya sangat sederhana dan mudah
melaukannya, baik cara maupun peralatannya. Perbedaan untuk
masing-masing produk hanya terletak ada proses sterilisasi, ada yang
memerlukan dan ada yang tidak, ada yang dikemas terlebih dahulu, ada
yang disterilisasi terlebih dahulu.
Pengemasan
mempunyai peran yang sangat penting baik dalam pengawetan maupun dalam
mempertahankan mutu produk-produk pangan atau hasil pertanian. Dengan
pengemasan dapat membantu mencegah dan melindungi produk dari
kemungkinan kerusakan fisik dan pengaruh pencemaran. Saat ini pengemasan
berkembang secara pesat seiring dengan pesatnya perkembangan industri
yang menggunakannya dan berbagai macam bahan dan bentuk kemasan sudah
banyak tersedia dan dengan mudah dapat diperoleh di pasaran sesuai
dengan kebutuhan.
B. DESAIN DAN LABELING
Desain
merupakan seluruh proses pemikiran dan perasaan yag akan menciptakan
sesuatu,dengan menggabungkan fakta,kontruksi,fungsi dan estetika untuk
memenuhi kebutuhan manusia.Dengan demikian desain adalah konsep
pemecahan masalah rupa,warna,bahan,teknik,biaya,kegunaan dan pemakaian
yang diungkapkan dalam gambar dan bentuk.
Suatu
kemasan yang menarik dan sudah menjadi paten,biasanya telah melalui
penelitian yang cukup lama mengenai kemasan dengan menggunakan
teknik-teknik pewarnaan dan grafis cetakan..Desain yang berhasil sangat
tergantung pada keahliandisainer,jenis tinta,material dan
pencetak.Penampilan kemasan menggambarkan sikap laku perusahaan dalam
mengarahkan produknya.Kurangnya perhatian akan kualitas produk dan
desain kemasan yang tidak menarik akan menyebabkan keraguan konsumen
terhadap produk tersebut (Syarief,1989)
Desain
kemasan perlu diciptakan agar mempunyai nilai estetika yang tinggi.
Karena itu diperlukan perencanaan yang baik dalam hal ukuran dan bentuk
sehingga efisien dalam proses pengepakan, distribusi dan
penyajian.Disain kemasan hendaknya mampu menumbuhkan kepercayaan dan
mempengaruhi calon konsumen untuk menjatuhkan pilihan terhadap bahan
yang dikemas. Setelah berhasil menarik perhtian dari calon konsumen,
kemasan harus menampilkan produk pada suatu keadaan yang siap jual.
Gambaran-gambaran yang terbaik dari bahan yang dikemas perlu
dotonjolkan. Seakan-akan produk tersebut memang disajikan untuk memenuhi
kebutuhan utanma calon konsumen secara memuaskan.
Label
kadang-kadang disebut juga etiket. Dalam pengertian perdagangan maka
etiket didefinisikan sebagai label yang diletakkan,dicetak,diukir atau
dicantumkan dengan jalan apapun pada kemasan.Etiket tersebut harus cukup
besar agar dapat menampung semua keterangan yang diperlukan mengenai
produk dan tidak boleh mudah lepas,luntur atau lekang karena air,gosokan
atau pengaruh sinar matahari (Luky Hartini,1988).
Menurut
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
79/Menkes/Per/III/1978 tentang Label danPeriklanan Makanan ,maka pada
label atau etiket kemasan khususnya untuk makana dan minuman
sekurang-kurangnya dicantumkan hal –hal sebagai berikut :
1. Nama makanan dan / merek dagang
2. Komposisi / kandungan bahan, kecuali untk makana yang cukup diketahui komposisinya secara umum.
3. Isi netto
4. Nama dan alamat perusahaan yang memproduksi atau mengedarkan
5. Nomor pendaftaran ( SP atau MD )
6. Kode produksi , tanggal kadaluarsa dan label halal.
Secara
keseluruhan,pernyataan atau keterangan yang terdapat pada etiket harus
ditulis dengan jelas, ukuran angka dan huruf harus jelas (. 0,75 mm )
serta warna yang cukup kontras dengan latar belakangnya. Pada makanan
yang memerlukan cara penyiapan, penggunaan atau penyimpanan secara
khusus, perlu dicantumkan petunjuk mengenai hal tersebut pada etiket..
Untuk
menarik konsumen, dibutuhkan label yang menarik, mudah dilihat
ddimengerti yang dicantumkan dalam kemasan, hal ini memerlukan
perencanaan, penelitian dan pengembangan kemasan dan label secara terus
–menerus sesuai dengan tuntutan dan
keinginan konsumen. Dengan demikian produk dapat dengan mudah dilihat
dan dikenali, sehingga konsumen akan tertarik dan membeli produk
tersebut.http://posluhdesdesacijambu.blogspot.co.id/2011/10/pengemasan-produk.html
1xbet korean soccer picks - Legalbet.co.kr
BalasHapus1xbet korean soccer picks for today【2021】⚡【WG98.vip】⚡️,bet789,free soccer bets today,soccer betting no 1xbet mobile deposit codes for 】bet789 poker free bet on football